SELAMAT DATANG !

"Semua orang MAU maju tapi belum tentu ada KESEMPATAN.

 INGAT! Kesempatan bisa dicari tapi bisa juga datang tiba-tiba.

 Anda akan maju jika saat menemukan kesempatan, Anda BERANI memutuskan!"

Banyak lembaga pelatihan yang menganjurkan dan mengajak para pesertanya untuk beralih profesi menjadi pengusaha. Lalu, secara berbondong-bondong, para peserta yang sebagian besar–bahkan mungkin seluruhnya–berprofesi karyawan itu akan melepaskan atribut mereka dan beralih profesi menjadi pebisnis. Tetapi, setelah menjadi pengusaha, apa yang terjadi selanjutnya? Boro-boro bisnis berkembang, memberi keuntungan pun tidak. Artinya, bisnis mereka stagnan atau sekadar ada dan berada dalam lingkup yang terbatas. Akhirnya, para pebisnis baru ini kembali ke profesi semula yaitu sebagai karyawan, agar dapur tetap ngebul.

Keluhan-keluhan semacam ini muncul dari berbagai kota.

“Dari perjalanan saya sebagai pebisnis yang telah sukses mengelola 17 macam bisnis selama lima hingga enam tahun terakhir ini, dan juga sebagai mentor di berbagai forum entrepreneur, saya melihat bahwa setelah para peserta pelatihan terinspirasi untuk membuka bisnis, mereka dibingungkan oleh bagaimana caranya agar usaha mereka mendatangkan keuntungan atau bagaimana caranya supaya bisnis mereka berkembang,”

Bertolak dari hal inilah, Lembaga Pelatihan Smart Entrepreneur Coaching (SEC) dibuka pada awal 2008. SEC yang kini telah memiliki lebih dari 10.000 alumni (yang tersebar di hampir 43 kota), merupakan pelatihan bisnis yang dapat memberikan acuan kepada para pelaku bisnis, agar mereka bisa mengembangkan dasar-dasar bisnis yang sudah terbukti menghasilkan usaha, seperti yang mereka inginkan. 

“SEC berdiri karena kepedulian saya akan kondisi tersebut. Saya juga tidak ingin setelah saya memotivasi para peserta untuk membuka usaha, lalu mereka dibiarkan begitu saja tanpa pegangan untuk menata usaha mereka agar memberi keuntungan dan bertahan.”

Untuk itulah Coach Budi Utoyo menimba ilmu pada Purdi E. Chandra, Bob Sadino, Tung Desem Waringin, Yohanes Lim, James Gwee, Andre Wongso, Mario Teguh dan sebagainya. Ajaran-ajaran mereka yang bersifat parsial itu lalu ditata dan disusun menjadi suatu sistem usaha yang memungkinkan pemilik usaha tidak terlibat di dalamnya, sehingga usaha jalan sementara pemilik usaha jalan-jalan. Untuk memantapkan konsep yang menarik ini, Coach Budi Utoyo berguru lagi pada pemilik bisnis terbesar di dunia, Brad Sugars, Robert Allen, Roger Hamilton dll. 

“Di situlah saya mendapatkan suatu ilmu yang benar-benar dapat digunakan untuk membangun usaha. Sejatinya, yang saya berikan dalam SEC adalah ajaran bagaimana membangun sebuah TEAM, bagaimana bisnis itu bisa kita serahkan ke TEAM itu sehingga pemiliknya tidak perlu nungguin."

 

SEC dengan slogan ‘Siapapun Bisa Jadi Pengusaha Sukses & Kaya’ bermaksud menyatakan bahwa pengusaha yang cerdas yaitu pengusaha yang tidak terlibat tetapi usahanya tetap untung. SEC memiliki enam sesi pokok yang diajarkan dalam program workshop dua hari dan diajarkan seumur hidup. Dalam arti, bila peserta–karena satu dan lain hal–tidak dapat mengikuti salah satu sesi, maka ia dapat mengikuti sesi-sesi tersebut pada batch berikutnya, gratis. Sama halnya bagi peserta workshop yang pernah ikut lalu ingin menyegarkan kembali ilmu dan semangat bisnisnya, gratis mengulang workshop. Bahkan, jika di tengah jalan atau setelah pelatihan selesai, peserta yang belum paham atau mengalami masalah ingin berkonsultasi, maka ia akan dilayani.

“Saya tidak akan keluar ruangan hingga para peserta memahami apa yang saya ajarkan. Bahkan saya berani memberikan JAMINAN GARANSI 100% UANG KEMBALI apabila peserta setelah mengikuti pelatihan ini merasa tidak mendapat manfaat sebagaimana yang telah kami janjikan/ diharapkan."